Hak Akses Pada Sistem Operasi Linux

9th Mar 2022

4 min read

Nama : Alvin Maulana Rhusuli
NIM : 2005551014
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas/Universitas : Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Network Operating System (A)
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T.

Selamat datang kembali pada blog ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentnag jenis - jenis hak akses yang ada pada sistem operasi Linux. Pada tiap - tiap sistem operasi pastinya memiliki hak akases untuk mencegah terjadi penyalahgunaan atau penyalahgunaan hak akses. Pada sistem operasi Linux, hak akses adalah hak akses yang diberikan kepada pengguna untuk melakukan aksi tertentu pada sistem operasi. Khusunya di linux, hak akses pada sistem operasi tersebut menerapkan hak akses yang sangat ketat, setiap file akan dilabeli dengan label (file attribute) yang menjabarkan hak akses untuk user dan group terhadap file tersebut. Hanya user dan group tertentu yang bisa membaca,memodifikasi dan mengeksekusi file tersebut. Nah, atribut inilah yang sering disebut dengan file permission. Oke, langsung saja kita menuju pada pembahasan lebih dalamnya.

Hak Akses / Previllege

Pemberian hak akses pada sebuah file ataupun folder harus dipikirkan dengan matang - matang, apalagi untuk user dengan previllege root. Karena root pada sistem operasi linux ibaratkan dewa, dimana root bisa melakukan hak akses tertinggi pada sistem linux.

File Permission Pada Linux

Pada dunia keamanan, File permission dan attribut akan digunakan untuk memeprtahankan sistem dari serangan hacker yang mempunyai akses ke mesin, baik secara langsung maupun melalui program malware. Walaupun nanti hacker telah berhasil measuk ke dalam sistem linux, bukan berarti hacket telah memegang kendali penuh sebelum dia berhasil mengangkat user previllege menjadi root.

File Attribut dan Permission dapat digunakan pada linux untuk mengatur hak akses sebuah file, sehingga user tidak dapat melihat dan mengakses file milik user lain yang ada pada sistem tersebut. File permission dan attribut / ownership adalah komponen yang paling penting pada sistem operasi linux yang menyediakan cara aman untuk menyimpan file dengan membatasi hak akses kepada user lain yang ada di dalam sistem.

File Atribut pada Unix Like OS (Yaitu Linux dan MacOS) pada tiap filenya mempunyai 3 attribut yang menerangkan akan hak akses ke file tersebut, yaitu :

  • Owner Permission - Permission yang diberikan kepada user yang memiliki hak akses ke file tersebut.
  • Group Permission - Permission yang diberikan kepada user group yang memiliki hak akses ke file tersebut.
  • Other Permission - Permission yang diberikan kepada user lain ataupun semua user yang memiliki hak akses ke file tersebut.

Indikator dari sebuah permisison bisa dilihat menggunakan perintah ls -l dan hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini :

Hasil perintah ls -l

Jika kita lihat, pada kolom pertama itu dibagi menjadi 3 bagian, kolom inilah yang merupakan attribut permission dari sebuah file. Setiap section terdiri dari 3 karakter yang masing-masing memiliki nilai yang bisa diisi dengan rwx.

3 Atribut File Permission di Linux

  1. Permission untuk Memodifikasi file (Write – W)
  2. Permission untuk Membaca file (Read – R)
  3. Permission untuk Mengeksekusi file (Execute – X)

Atribut permission sebuah file mempunyai urutan rwx ,jika file hanya mempunyai permission read maka menjadi r– , permission ini dibagi menjadi 3 seksi seperti yang dijelaskan sebelum nya yaitu Owner,Group dan other (world).

Hak Kepemilikan File dalam Linux

Pada contoh sebelumnya terlihat semua folder mempunyai owner dan group owner yang sama yaitu user root sebagai owner dan group root sebagai group owner. User dengan previllege root dapat melakukan apapun bahkan bisa mengakses file dengan permission 000 (———), sehingga harus berhati - hati saat memberikan akses root pada user lain.

Praktik Menggunakan Perintah chmod

Untuk menggunakan perintah chmod, yang dapat digunakan untuk mengubah permission atau hak akses pada file, perintah ini bisa digunakan pada linux dengan cara :

$ chmod [permission] [file]

chmod 777 file.txt

Lalu untuk melihat kembali file permission pada file tersebut kita gunakan perintah ls -lah. Berikut adalah tampilan dari perintah ls -lah :

Hasil perintah ls -lah

Setelah dilakukan perintah chmod, maka file tersebut akan berubah permissionnya. Informasi yang kita dapatkan adalah permission yang baru yaitu 777 dan juga informasi terkait hak kepemilikan file tersebut, dan ukuran dari file tersebut.

Praktik Menggunakan Perintah chown

Perintah chown adalah sebuah perintah untuk mengubah hak kepemilikan file, perintah ini bisa digunakan pada linux dengan cara :

$ chown [user] [file]
sudo chown root file.txt #menggunakan sudo karena user biasa tidak bisa mengubah hak kepemilikan file kepada root

Hasil dari penggunaan perintah di atas adalah sebagai beriku :

Hasil perintah chown

Jika kit amati, file yang diubah hak kepemilikannya adalah file.txt dan user yang diubah hak kepemilikannya adalah user root. Dari yang awalnya hak kepemilikan file tersebut dimiliki oleh user alvin, sekarang berubah menjadi hak kepemilikan dengan user root.

Referensi

  • Pemaparan Materi Pertemuan Ke Lima dari Dosen Pengampu I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T. via Webex